SEKILAS INFO
: - Thursday, 03-12-2020
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
Interview with Mang Saswi

“Pelawak harus cerdas mencari ide lawakan”

Udah pada tahu kan, bulan April lalu para redaksi MABOSA berkesempatan mengunjungi Studio Net TV dalam rangkaian Studi Banding Jurnalistik dan Fotografi ? Seru banget lho. Ketika di stasiun TV ini, selain nonton secara live “Ini Talkshow”,  Seno dan Inez dari MABOSA dibantu Lukas dari Ekskul Fotografi berkesempatan mewawancarai Mang Saswi, pelawak yang menjadi Mamangnya Sule di acara “Ini Talkshow” tersebut.

Pelawak bernama lengkap Sasongko Widjanarko ini bukanlah orang baru di dunia hiburan, udah cukup ia lama bergelut dengan seni peran dan lawak. Dulu ia dikenal sebagai pembawa acara plesetan ‘Reaksi’ di RCTI tahun 1998. Penasaran kan dengan hasil wawancara kami bersama Mang Saswi? Langsung aja simak hasil perbincangannya berikut ini

Kenapa sih Mang Saswi memilih menjalani profesi sebagai pelawak?

Mungkin memang dikasih jalannya sama Tuhan untuk menjadi pelawak ya, karena ada beberapa peluang yang membantu saya bisa menjadi seorang pelawak. Waktu saya SMA aja,  sejujurnya, cita-cita saya menjadi seorang pilot. Tetapi gagal, karena Tuhan berkehendak lain. Peluang menjadi pelawak itu memang terus muncul. Ya, makanya saya manfaatkan sebaik-baiknya karena setiap orang pasti memiliki bakatnya masing-masing. Bakat itu nantinya harus kita sumbangkan kepada orang lain jangan hanya disembunyikan saja.

Gimana cara Mang Saswi menemukan ide lawakan?

Kalau saya pribadi sih sedapetnya aja. Ya seperti misalnya mencari ide di tempat keramaian atau melalui media internet. Bisa juga mencari ide baru dengan mengobrol bareng teman-teman tentang topik baru terkini atau dengan membaca buku, surat kabar dan menulis. Ya memang harus dapat pencerahan dengan sendirinya karena ide munculnya juga tidak menentu.

Ngomong-ngomong Mang Saswi punya pelawak idola nggak sih?

Sampai sekarang sih saya masih mengidolakan guru dari profesi yang saya tekuni. Dia ini merupakan seorang seniman yang pemikiran-pemikirannya cerdas. Sayangnya dia sudah meninggal. Dulu saya pernah tinggal di sanggar seninya. Jadi banyak pengalaman-pengalaman baru yang saya dapatkan untuk bisa menjadi seorang seniman yang baik.

Bagaimana sih cara Mang Saswi mengatasi kejenuhan dalam menjalani profesi sebagai pelawak?

Jenuh itu pasti dialami setiap orang tapi berbeda cara datangnya, misalnya ketika sedang menjalani rutinitas dan kegiatan lainnya. Tetapi kalau kita memiliki kecintaan yang besar dengan profesi kita, pasti ada jalan untuk menanggulanginya, antara lain dengan mencari hiburan ketika pulang kerja, bersilaturahmi dengan teman-teman. Bisa juga dengan mendengarkan musik karena musik juga bisa membuat saya mendapat pencerahan kembali dan mengenang masa-masa indah dalam hidup saya.

Bagi Mang sendiri, kalau melawak itu lebih enak dengan berpentas bersama komedian lainnya atau ber-stand up comedy ?

Itu sih tergantung tiap orang ya. Ada orang  yang lebih suka stand up comedy karena memang lagi tenar di berbagai kalangan. Buat saya sih semuanya sama ya tingkatannya dan sama asyiknya lah. Yang terpenting cara kita membuat orang lain tertawa itu yang sulit karena seorang pelawak harus berpikir cerdas untuk mencari ide lawakan yang menarik.

Sampai kapan Mang Saswi menjalani profesi sebagai pelawak?

Ya selama tenaga dan pikiran masih bekerja kenapa nggak? Sejauh ini sih ya masih akan tetap berada di dunia entertainment. Sebagian juga pernah saya geluti. Saya pernah bekerja di belakang layar dan juga di depan layar.

Adakan cita-cita Mang Saswi yang sejauh ini belum tercapai?

Pasti ada. Setiap manusia pasti memiliki sifat dasar yang tak pernah merasa puas. Yang pasti ya kita tetap harus merasa tenang untuk mengatasi perasaan itu karena ke depannya pasti kita dikasih waktu untuk mencapainya.

Apa aja sih pesan-pesan Mang Saswi untuk para remaja yang masih bingung menentukan cita-citanya?

Intinya, percayalah pada diri sendiri. Sadari bakat yang kamu miliki sejak sekarang dan asah terus bakat itu. Jangan sampai nantinya bakat itu tak terpakai dan terbuang sia-sia karena ketidakberanian kita mengembangkannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah