SEKILAS INFO
: - Thursday, 26-11-2020
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
Kunjungan & Wawancara Mendikbud Di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

“Dua hari libur itu untuk membangun rasa kebhinnekaan”

Bapak Muhadjir Effendy

Mentri Pendidikan dan Kebudayaan kita sekarang, Bapak Muhadjir Effendy berkunjung ke SMA BOPKRI 1 Yogyakarta tanggal 15 Juli 2017 yang lalu. Beliau datang dalam rangka penerimaan siswa-siswi afirmasi dari Provinsi Papua yang terpilih untuk bersekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka akan ditempatkan di berbagai sekolah di Yogya, salah satunya di SMA BOPKRI 1. Selain itu, Mendikbud juga berkenan meresmikan lapangan indoor SMA BOPKRI 1.

Usai meresmikan lapangan indoor BOSA, Tim MABOSA yang terdiri dari Gregoria Galuh Sekar Kinanti (XII MIPA 4), Henrietta Elmarthenez (XI MIPA 1) dan Graziella Dunata (XI Bahasa) berkesempatan mewawancarai Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita itu

Berikut ini hasil perbincangannya.

Gagasan Bapak mengenai 5 Hari Sekolah itu, apa saja manfaatnya jika dilaksanakan ?

Untuk menyesuaikan hari libur sekolah dengan pegawai sehingga ada 2 hari libur yang cukup di dalam keluarga. Interaksi akan semakin intensif sehingga keluarga juga bisa memainkan  peranan dalam pendidikan anak. Dua hari libur juga bisa dimanfaatkan keluarga untuk rekreasi bertamasya, menikmati kekayaan budaya Indonesia. Sebab hal tersebut juga merupakan tanggung jawab Kemendikbud untuk memajukan budaya.

Dengan 2 hari libur, kami mengharapkan masyarakat leluasa untuk menikmati kekayaan budaya, keindahan alam seluruh Indonesia dalam rangka membangun rasa kebhinnekaan. Jika rasa kebhinnekaan tumbuh dengan baik, perilaku seperti intoleransi dan radikalisme diharapkan akan hilang. Perilaku tersebut muncul disebabkan  wawasan yang sempit padahal Indonesia itu sesungguhnya beraneka ragam.

Di suatu tempat, suatu kebudayaan bisa saja menjadi mayoritas, tetapi di tempat lain justru minoritas. Jadi rasa kebhinnekaan itu akan tumbuh kalau masyarakat Indonesia dapat saling berkunjung, bertamasya, dan kalau 2 hari libur tidak perlu lagi kita menunggu libur panjang. Intinya banyak manfaat jika dilaksanakan 5 hari sekolah dan tidak akan banyak menambah beban siswa karena 1 harinya hanya menambah jam pelajaran 1 jam 20 menit.

Untuk SD intrakurikuler hanya berlangsung sampai jam 12.10. Sedangkan untuk SMP hanya berlangsung sampai jam 13.20. Jadi kalau sore masih ada kegiatan ekstrakurikuler di luar sekolah, itu sangat memungkinkan dan tidak akan terganggu.

Berbincang-bincang santai dengan Bapak Muhadjir Effendy

Sudah berlaku dimana saja Pak pelaksanaan 5 hari sekolah ini?

Sudah berlaku di DIY dan saya juga sudah mencanangkan di Provinsi Riau, Bengkulu, dan Palangkaraya. Jadi memang pelaksanaan 5 hari sekolah ini tidak dipaksa kalau memang belum siap. Tetapi jika suatu sekolah memang sudah siap akan sangat bagus dimulai sejak sekarang.

Terkait program afirmasi, ini sudah tahun yang ke-5 Pak. Apakah tujuan  program ini sudah tercapai?

Ya sebagian sudah tercapai tetapi tidak sepenuhnya. Untungnya ternyata anak-anak dari Papua ini jika masuk ke lingkungan pembelajaran yang bagus mereka juga mampu bersaing.

Apa saja sih Pak problem pendidikan di Papua?

                Salah satu problemnya adalah faktor spasial. Memang di sana itu harus ada program yang berbeda dengan daerah lain. Kebijakannya juga tidak bisa disamaratakan dengan sekolah-sekolah yang lain. Terutama wilayah-wilayah pedalaman Papua harus ada perlakuan khusus. Kami juga punya rencana membangun sekolah berasrama. Tapi sayangnya sekolah berasrama ini baru bisa dimulai di tingkat sekolah menengah. Kalau SD tidak mungkin. Apalagi di sana satu kampung hanya 2-3 kepala keluarga dan itu jaraknya antar kampung bisa mencapai 2-3 kilometer. Bahkan ada yang mencapai 6 kilometer. Jalan juga belum ada.

Bagaimana saran Bapak terhadap sekolah agar dapat melaksanakan kebijakan ini dengan maksimal?

Setiap sekolah harus bekerja keras. Harus ada pula perubahan mental dari guru dan Kepala Sekolah bahwa pendidikan sekarang ini belum cukup untuk membuat Indonesia lebih maju bersaing dengan negara yang lain. Kita harus ada perubahan.

Apa saja evaluasinya untuk pelaksanaan program afirmasi ini?

Sudah bagus dan tentunya akan ada rencana ke depan agar pelaksanaan program ini dapat lebih sukses.

Ya begitulah hasil wawancara MABOSA dengan Bapak Muhadjir Effendy. Kami juga berkesempatan mewawancarai 2 anak afirmasi yang saat ini telah diterima sebagai murid di SMA Santa Maria Yogya.

Kesan mereka bersekolah di lingkungan baru ternyata kedua siswi ini cukup antusias lho untuk bersekolah di Yogya. Mereka mengaku memang berbeda kondisi lingkungan di sini dengan daerah asal mereka. Oleh karena itu, mereka berharap agar bisa cepat bergaul dan beradaptasi dengan baik di lingkungan yang baru. Mereka juga ingin punya banyak teman baru dan mengikuti berbagai kegiatan di sekolah mereka nanti.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah