SEKILAS INFO
: - Monday, 30-11-2020
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
Ayo ... Kita Tulus Bertoleransi!!!
Mencermati dinamika kehidupan kebangsaan kebangsaan yang ditandai merebaknya kekerasan dan perilaku intoleransi belakangan ini , tentu menyedihkan kita bersama. Dirasakan betul ada komunitas  di masyarakat kita yang menggeser cara pandangnya dan melihat kelompok lainya dalam dikotomi  benar dan salah, musuh dan kawan, kafir dan suci. Jelas ada masalah dalam memahami perbedaan, ada tendensi untuk menggiring kelompok lain dalam kebenaran kelompok tertentu atas nama ketaqwaan.

Ketulusan Bertoleransi

Ketulusan adalah kemauan untuk mengatakan sesuatu dengan benar atau jujur. Ketulusan juga dimaknai kebersihan dan keikhlasan, maka sering dijadikan satu menjadi tulus ikhlas yang maknanya suci hati, jujur. Karena itulah acuan dalam hidup bersama sebagai bangsa yang majemuk adalah ketulusan. Ketulusan juga ciri dasar bahasa agama, karena tidak ada artinya orang berbicara dengan dan tentang Tuhan kalau bukan dari hati yang tulus dan kesadaran yang jujur.

Dengan ketulusan tersebut maka toleransi yang dilakukanya bukan lagi dikarenakan paksaan atau kepatuhan kepada regulasi perundangan, tetapi berangkat dari kesadaran hati nurani yang paling dalam dan jujur untuk menempatkan sesamanya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang baik dan yang harus dihormati, dicintai sekalipun berbeda identitasnya.

Orang yang tulus bertoleransi akan memiliki persepsi hati yang jujur bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih komunitasnya sesuai dengan keyakinannya. Pilihan dan kegiatan komunitas lainya harus dihormati dan wajib bagi dirinya untuk ikut beroeran memberikan rasa aman dan nyaman kepada sesamanya tersebut. Orang yang tulus bertoleransi tidak akan menjelekkan komunitas lain, tidak akan sampai melakukan tindakkan memaksa, menakuti, menyakiti karena disamping bertentangan dengan hukum, hal ini tidak sesuai dengan kata hatinya.

Ketulusan tidak tanpa resiko, ada kalanya niatan ikhlas dan jujur dan berkata apa adanya dapat pula menyebabkan luka hati orang lain.Itulah sebabnya dalam pergaulan sehari-hari ada kalanya kita perlu bersikap, “bijaksana” mengendalikan untuk tidak menyatakan hal-hal yang dapat melukai hati orang atau komunitas lainya.

Menyadari pentingnya ketulusan bertoleransi, sudah saatnya dihilangkan rasa saling curiga  antar komunitas. Sudah seharusnya ada saling mau mengoreksi diri untuk tidak mudah terprovokasi terhadap hal-hal yang dapat menghancurkan kebersamaan masyarakat yang majemuk ini. Harus terus diupayakan membangun hubungan yang serasi, dan kreatif diantara berbagai golongan penduduk / komunitas  serta diarahkan pada pengembangan nilai – nilai kemanusiaan , kesetaraan dan  kebersamaan dalam keberagaman . Tidak menggalang solidaritas emosi yang negatif, karena hal itu justru akan membuat masyarakat bangsa ini menjadi terpecah belah.

Kemajemukkan bangsa dan negara Indonesia patut dijaga dan dipelihara keberlangsungnnya dengan terus membangun kerjasama antar anak bangsa.Justru sekarang inilah kita harus semakin semangat bersatu padu berperan aktif melakukan pembangunan menuju kehidupam bersama yng amam , tentram dan penuh damai sejahtera.Semoga kita semua bisa menjadi orang orang yang bisa tulus bertoleransi sekaligus sebagai  amalan Bhineka Tunggal Ika.

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah