SEKILAS INFO
: - Thursday, 03-12-2020
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
Sekolah Terbaik, bukan di dalam kelas

Oleh : Drs. Andar Rujito, M.H

Adalah seorang bernama Kenosuke Matsushita, pendiri kerajaan bisnis tingkat dunia yang tidak lulus Sekolah Dasar. “Pendidikan” keras yang ia alami dimulai ketika keluarganya bangkrut sebagai tuan tanah dan mereka terpaksa memulai kehidupan baru dalam kemiskinan yang hebat. Satu per satu harta keluarga dijual untuk menyambung hidup. Satu per satu  lebih dari 10 saudara kandungnya – dan dua orang tuanya-, meninggal secara mengenaskan ditelan rupa-rupa musibah dan kemiskinan. Matsushita telah “kehilangan” masa kecil yang normal, kehilangan kesempatan untuk menempuh pendidikan formal, terpakssa diusia anak-anak, tumbuh dalam berbagai kepahitan. Sejarah kemudian mencatat prestasi gemilang Matsushita sebagai produsen perkakas rumah tangga kelas dunia.

Sepenggal kisah di atas menyiratkan bahwa ada sesuatu, sebentuk kecerdasan dan keterampilan, yang juga dapat ditemukan di luar bangku sekolah. Sesuatu yang terus berproses dan menjadi sesuatu itu bukan di luar sana, sesuatu itu ada pada kita, subyek pendidikan sesungguhnya. Kita bisa membayangkan bagaimana Matsushita melalui proses sulit kehidupannya. Kompleksitas hidupnya bukan sekedar bertahan hidup, tetapi harus melawan garis nasib. Justru dari tempaan berbagai kesulitan itulah ditemukan dan melahirkan semangat daya juang, kemandirian serta percaya diri untuk bisa menjadi pemenang.

Seorang pakar pendidik pernah menyampaikan bahwa tujuan pendidikan merupakan rantai dari proses “to know, to learn, to be and finally to live together!” Sesungguhnya sekolah tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun juga. Sekolah yang sesungguhnya tidak pernah berhenti hanya karena tidak ada ruangan kelas lagi. Sekolah tidak berhenti hanya karena tidak adda guru di kelas lagi. Sekolah sesungguhnya adalah pertarungan diri pribadi dalam menyikapi dunia kehidupan sesungguhnya. Sekolah yang terbaik bukan di dalam ruangan kelas tetapi justru di tengah realitas kehidupan. Sekolah yang terbaik justru ketika kita bertemu orang di angkringan, ketika kita naik angkutan, ketika kita di rumah sakit, ketika kita melihat bencana, ketika kita di pasar, ketika kita mengalami depresi, ketika kita sakit, dan semua ketika kita… ketika kita. itulah sekolah sesungguhnya.

Ada kenyataan-kenyataan yang harus disikapi di luar apa yang selama ini dimodelkan sebagai mata pelajaran di bangku pendidikan sekolah. Harus ada kesadaran bahwa manusia harus belajar hidup. Perlu mengasah kecerdasan dan keterampilan hidup sehari-hari, bertanggung jawab terhadap diri sendiri, mengolah segenap potensi hidup bersama sebagai sesama manusia.

Pada akhirnya, sekolah terbaik tidak memerlukan ruang sekolah, akan tetapi, baik sekolah atau pun di luar sekolah adalah tempat yang sesungguhnya untuk belajar hidup. Sekolah terbaik mengajarkan persoalan, kesusahan, penderitaan yang nyata yang harus dihadapi dengan ketekunan, keuletan, kesabaran, dan kemauan yang besar seraya mempercayakan semua kepada Tuhan YME.

Tetaplah berada di sekolah manapun dengan sukacita dan bahagia. Belajarlah dari semua persoalan kehidupan, karena itulah mata pelajaran yang sesungguhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah