SEKILAS INFO
: - Tuesday, 24-11-2020
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
Menjadi Orang Baik untuk Tuhan

Menjadi Orang Baik untuk Tuhan

Oleh : Drs. Andar Rujito, M.H

Barangkali kalau ditanya apakah kita pernah berbuat baik ? Secara cepat dan meyakinkan kita semua akan menjawab, ”pernah”, atau  “sering”… bahkan ada yang bilang “selalu saya lakukan”.

Iya, kita semua meyakini bahwa pernah atau sering melakukan perbuatan baik. Kemudian kita bisa memberikan berbagai bukti dari perbuatan baik itu, misalnya  membantu orang menyeberang jalan, menjenguk teman yang sakit, memberikan sesuatu kepada orang yang kekurangan atau membutuhkan, menemani atau mengantar teman, menghibur teman yang sedang sedih, mendoakan orang lain, dan seterusnya.

Sebenarnya, kriteria orang baik itu yang seperti apa tho ? Tentu kita bisa memberikan sederet jawaban. Menjadi orang baik itu harus jujur, rajin, ramah, rela berkorban,  membagi apa yang dimiliki kepada orang lain, menyediakan waktu untuk orang lain, mendengar keluh kesah orang lain, hormat dan santun kepada orang lain, dan seterusnya. Pokoknya, rela mengorbankan apa yang kita senangi atau miliki demi menolong orang lain.

Tapi cukupkah ketika itu semua dilakukan, kita benar-benar sudah menjadi orang yang baik ?  Ternyata belum cukup ! Terus apa lagi yang kurang untuk bisa disebut orang baik ? Jawabnya pada motivasi melakukan perbuatan tersebut  !

Berbagai contoh perbuatan baik di atas itu tentu merupakan perbuatan yang mulia. Tetapi ada hal yang juga perlu dilihat di balik  perbuataan tersebut yaitu motivasi dalam melakukan perbuatan baik tersebut. Alasan apakah yang mendorong kita melakukan perbuatan-perbuatan tersebut? Apakah kita lakukan karena keterpaksaan, atau karena tidak ada pilihan lain selain melakukan hal itu ? Kita lakukan sebagai balas jasa ? Atau itu semua kita lakukan agar kita dikenal menjadi orang baik ? Atau untuk ketenaran atau membangun nama baik, atau agar ada hutang budi, alasan motivasi lainnya.

Dan kepada siapa kita berbuat baik ? Ataukah perbuatan baik kita lakukan hanya untuk orang-orang terdekat kita, sahabat kita, orang-orang yang kita pandang dapat memberikan keuntungan bagi kita ? Ataukah kita berbuat baik kepada siapapun juga, tanpa pandang bulu ?

Tentu kita semua berharap,  apa yang kita lakukan berangkat dari dorongan nurani untuk melakukan sesuatu yang memang sudah menjadi panggilan hati,  merasakan apa yang dirasakan orang lain, tahu apa yang dibutuhkan orang lain. Apa yang kita lakukan merupakan bentuk kegelisahan nurani untuk tidak mau dan tidak rela melihat orang lain sedih atau menderita. Yang kita lakukan merupakan reflek alami sebagai konsekuensi manusia sebagai makhluk sosial. Rasa empati dan kepedulian yang kita miliki merupakan buah relasi kebaikan dengan sesama kita.

Agar perbuatan baik tersebut muncul secara alami/otomatis sebagai bentuk reaksi nurani ketika kita melihat sesuatu yang bisa dilakukan untuk orang lain, perlu ditanamkan pemahaman dalam konteks keyakinan dan kepercayaan kita  bahwa itu semua kita lakukan sebagai bentuk memuliakan Tuhan,  bentuk perbuatan untuk melayani dan menyenangkan Tuhan, bukan justru untuk kepentingan diri kita sendiri.

Ada kalanya orang bertanya, “Lho, bukankah Tuhan tidak kelihatan, bagaimana kita melakukan kebaikan untuk Tuhan ?”

Matius 25 ayat 45 menyatakan,” Maka Ia akan menjawab mereka : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku”.

Berdasar firman Tuhan itu kita dipahamkan bahwa Tuhan tahu kesulitan kita, maka manusia diberi kemudahan untuk memuliakan Tuhan. Tuhan mengidentifikasi diri-Nya sebagaimana orang-orang yang sangat sederhana, hina, tersingkir dari masyarakat, tidak diperhitungkan orang, dijauhi orang, dianggap sampah dan beban bagi orang lain,orang miskin, dan sebagainya.

Nah.. pernahkah kita peduli dan melakukan perbuatan baik kepada mereka? Ataukah kita melakukan hanya untuk orang-orang tertentu saja, demi nama baik kita ? Tuhan mengatakan, kalua kita tidak melakukan kebaikan bagi mereka, berarti kita tidak melakukan kebaikan untuk Tuhan. Mari kita berbuat baik kepada semua orang, khususnya yang hina, dan kita lakukan bukan untuk mencari nama baik bagi kita tetapi semata-mata untuk memuliakan Tuhan.

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah