SEKILAS INFO
: - Thursday, 28-10-2021
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
Ketoprak Rotterdam tentang Kehebatan Diponegoro

Tim produksi dan pemain ketoprak “Beteng Rotterdam”dari TVRI Yogyakarta bertandang ke SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, beberapa waktu yang lalu. Kedatangan mereka bertujuan mempromosikan dan mengajak seluruh guru, karyawan dan siswa menyaksikan ketoprak gaya baru yang naskahnya disusun dengan metode riset ini.

Tim Jurnalistika MABOSA yang terdiri dari Amaradiva Widyadhana, Angelita R.P.W. (XII IPS 2) dan Putu Beryl Putra Widyadhana  (XI IPS 2) berkesempatan mewawancarai salah seorang sutradara dan produsernya, Heruwati, berikut hasil wawancaranya.

 

Adakah bagian yang paling menantang selama syuting?

Semua menantang. Kami memproduksi karya ini selama 40 hari, 20 seri sudah tayang di tahun 2018, 20 seri lainnya tayang di tahun 2019.  Proses produksinya semuanya di studio, tidak ada yang di luar. Sebelumnya kami sudah survey di Makassar untuk menyesuaikan lokasi. Lokasi asli persis seperti di Makassar. Apa yang terdapat di Beteng Rotterdam di foto, kemudian diterjemahkan di studio untuk dijadikan dekorasi setting. Untuk adegan–adegannya. Semua dibuat sama persis seperti di lokasi aslinya.

 

Untuk membuat 1 seri sendiri butuh berapa lama?

Kami menggunakan cara syuting model per set. Jadi jika adegan penjara ada 20 seri, kami hanya fokus untuk menyelesaikan adegan penjara dan jika pindah ke paviliun juga dihabiskan sampai selesai.

Survey yang dilakukan sudah berapa lama?

Dari awal 2018 untuk literaturnya atau buku-buku yang mendukung. Karena kisah yang benar-benar terjadi ini antara lain dari Peter Carey.

 

Kendala yang paling susah?

Memadukan pemain junior yang belum pernah sama sekali bermain  ketoprak dengan senior yang sudah terkenal ke mana-mana dan lama berkelana di dunia akting.  Untuk pemilihan pemain ketoprak ini sendiri dengan cara casting terlebih  dahulu yang cocok seperti apa. Para anggota yang masih  muda ini latihannya lebih intensif, mereka hanya reading buku saja tanpa naskah jadi mereka menghafal seperti yang harus dikatakan. Bagian yang  paling sulit adalah saat adegan tokoh dari Belanda, karena memang dari  bahasa Belanda asli dan diterjemahkan.

 

Film ini mengajarkan apa untuk generasi zaman sekarang dan apakah film ini penting untuk ditayangkan di sekolah?

Tentu saja karena cerita ini adalah kisah nyata dan sejarah yang terjadi di masa lampau karena perjuangan Pangeran Diponegoro sehebat itu. Selama ini banyak orang yang salah mengartikan ketoprak, dengar dari orang ke orang lalu ditampilkan. Kalau kita diriset dulu, jadi ini hampir mirip film dokumenter.

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah