SEKILAS INFO
: - Thursday, 26-11-2020
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
Pelukis 1 Milyar Djoko Pekik : “Ide yang bagus itu harus dilakoni”

Siapa pelukis Indonesia yang karyanya paling mahal ? Djoko Pekik ! Pernah mendengar dan membaca tentang kehebatan beliau ? Lukisannya yang berjudul “Berburu Celeng” saat dipamerkan tahun 1999, menarik perhatian seseorang yang kemudian membelinya seharga Rp 1 milyar.

Meski kini usianya yang sudah menginjak kepala delapan, tidak membuatnya lemah. Ia terus melukis. Ketika ditemui Tim MABOSA yang terdiri dari Gek Nia, Bimma Perwira, dan Yohanes Ario Seto bahkan Djoko Pekik masih terlihat sehat dan bugar.

Berikut ini hasil perbincangan MABOSA dengan Djoko Pekik di pelataran dan galeri seninya di Bantul.

 

Benar atau tidak, waktu kecil Pak Djoko Pekik tidak pernah berpikiran menjadi pelukis dan berkeinginan menjadi seorang lurah serta memiliki gamelan ?

Ya benar. Sekarang saya sudah punya dua perangkat gamelan di sini.

Djoko Pekik bersama dengan siswa SMA BOSA

Bagaimana awal mulanya bisa menjadi pelukis ? Padahal Pak Djoko Pekik sendiri tidak memiliki darah seni karena orangtuanya hanyalah petani ?

Betul, orang tua saya petani, buta huruf total, jadi ya benar-benar ngitung angka aja tidak bisa. Zaman perang, sekolah saya macet-macet. Saya kepengin nerusin di SMP kemudian di kota terus kost. Tahun 1953 ada SMA BOPKRI di Blora. Saya hanya sampai 2 tahun sekolah di SMA karena tertarik iklan di majalah berbahasa Jawa Penyebar Semangat dari Surabaya. Di sana ada iklan tentang  pendaftaran masuk perguruan tinggi ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) yang ada jurusan seni lukis dan patung. Gara-gara iklan itu saya berangkat mendaftar dan diterima lalu saya tinggalkan SMA saya. Saya masuk di Yogya tahun 1956, kuliah di ASRI sampai tahun 1961.

Habis itu saya gentayangan nggak menentu, ke sana ke mari jadi gelandangan, gelandangan tapi melukis. Wara-wiri melukis di Jakarta dan Bali. Tahun 1964 saya masuk lima besar pelukis nasional. Tahun 1965 saya ditangkap rezim Soeharto lalu masuk tahanan sampai tahun 1972.

Tahun 1972 saya bebas tapi masuk blacklist, tidak boleh berkegiatan apapun. Selain itu saya juga selalu dimusuhi tetangga dan banyak diprotes sesama seniman karena saya eks Tapol (Tahanan Politik). Saya baru bebas dari blacklist pada waktu Gus Dur jadi Presiden. Selama di blacklist itu saya masih rutin melukis, tapi ya namanya di-blacklist, saya tidak bisa memamerkan karya saya. Saya mau makan apa kalau begitu? Mau narik becak kurang kuat, akhirnya saya jadi penjahit. Untuk melukis saya sering minta bantuan sama pelukis terkenal Affandi buat beli cat. Saya tetap menjahit dan melukis.

 

Bagaimana titik baliknya hingga bisa terkenal kembali ?

Tahun 1989-1990,  ada mahasiswa dari Universitas Cornell Amerika meneliti lukisan saya untuk disertasi doktoralnya. Sehabis meneliti lukisan saya, hasil penelitiannya dimasukkan di beberapa koran di Indonesia, seperti Jakarta Post dan koran Singapura.  Ia akhirnya lulus dan menjadi doktor.

Suatu ketika Indonesia menyelenggarakan pameran lukisan ke Amerika, namanya KIAS. Kalau tidak salah, itu singkatan dari Kerjasama Indonesia Amerika Serikat. Kurator dari Indonesia memilih karya-karya pelukis Indonesia lalu disetorkan ke Amerika. Tapi pilihan kurator Indonesia itu salah karena tidak memasukkan lukisan Djoko Pekik, lukisan-lukisan yang disetor itu tidak bisa masuk museum besar tapi hanya bisa masuk museum pinggiran. Lalu hasil pilihan kurator itu dirombak dan diubah oleh kurator Amerika. Pada akhirnya saya terpilih mengikuti pameran itu di Amerika. Semua seniman dan masyarakat tidak terima karena saya eks tapol bahkan KTP saya itu ada cap ET (Eks Tapol)nya. Namun kurator Amerika tetap bersikeras bahwa saya harus ikut. Akhirnya lukisna saya tetap bisa ikut pameran di Amerika. Tetapi saya tetap di-blacklist dan tidak bisa berangkat ke Amerika, hanya lukisan saya yang dipamerkan di sana.

Tahun 1991 pelukis-pelukis Indonesia diundang pameran ke Belanda. Kali ini  saya tidak diprotes karena karya lukis saya bisa dipamerkan di Amerika, kenapa  di Belanda tidak boleh ? Akhirnya karena saya sering dimuat di koran, masuk televisi, didemo, diprotes, saya menjadi terkenal dan banyak kolektor lukisan datang ke saya untuk membeli lukisan saya.

Siswa SMA BOSA berfoto di depan salah satu karya Djoko Pekik

Bagaimana cara mendapat ide cemerlang dalam berkarya ?

Ide yang bagus itu harus dilakoni (dilaksanakan), dirasakan. Karena saya anti orba (orde baru), ide lukisan saya terus ada karena melawan,melawan dan melawan. Cara saya melawan itu ya melukis. Misalnya, karya saya yang namanya “keretaku tak berhenti lama” itu menggambarkan buruh di Jakarta yang tidak mempunyai uang banyak untuk pulang namun dibantu oleh masinis kereta barang untuk pulang. Ini namanya, solidaritas antar kaum kecil. Itu salah satu cara saya melakukan perlawanan.

Contoh yang lain, lukisan saya yang berjudul “Berburu Celeng”. Tahun 1996 itu orba masih kuat, saya selalu diawasi, diamati terus. Di tahun itu saya melukis “Raja Celeng” untuk pameran di Kraton Yogyakarta memperingati ”takhta untuk rakyat” Sri Sultan X. Raja Celeng itu saya simbolkan sebagai angkara murka, serakah dan seterusnya. Celeng itu semua orang tahu dia rakus tidak bisa kenyang, apa-apa doyan, perusak dan kalau jalan tidak bisa belok. Tapi celeng itu matinya terhina, hanya diburu orang, digebuki.

 

Bagaimana cara anak muda untuk tetap kritis terhadap pemerintah ?

Ya harus pintar-pintar membaca zaman. Zamannya dibaca mau ke mana sebenarnya. Karena membaca zaman itu sangat penting. Kenapa Indonesia punya banyak tambang besar tapi dikuasai asing ? Makanya pemuda harus selalu kritis dan menghindari neokolonialisme.

 

Apa pesan Djoko Pekik untuk anak muda yang mau berkarya di zaman sekarang ?

Ya itu tadi, harus pintar membaca zaman. Apa terima kalau ada yang seperti ini ? Bagaimana caramu melawan? Ya, dengan menguasai pendidikan, menguasai ilmu ekonomi. Penerus Bangsa ini ya para pemuda seperti kalian ini. Pemuda memiliki tanggung jawab untuk keberlangsungan bangsa ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah