SEKILAS INFO
: - Monday, 30-11-2020
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
Merayakan Kelulusan di Tengah Pandemi

Merayakan Kelulusan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Adjie R.P.*)

 

Merayakan kelulusan dalam kesenangan terbatas menandai pengumuman hasil kelulusan SMA/SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dilakukan serempak secara online Sabtu 2 Mei 2020 bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional. Musibah pandemi covid-19 yang tengah melanda negeri kita memberi pengaruh besar hampir pada semua aspek kehidupan, termasuk membatasi gerak para siswa yang lulus, yang umumnya selalu merayakan kelulusannya dalam bentuk konvoi dan aksi corat-coret seragam.

Pada tahun-tahun lalu, merayakan kelulusan dengan hura-hura berkonvoi dan corat-coret baju seragam, seakan menjadi tradisi yang tidak mungkin ditinggalkan para pelajar. Dalam ingatan kita, meski ada imbauan dari kalangan pejabat Dinas  Pendidikan, guru, aparat polisi, orang tua, tetap saja ada kalangan siswa yang lulus itu untuk menyempatkan turun ke jalan. Meski beberapa sekolah ada yang mengumumkan secara online dengan maksud agar para siswa bisa membaca hasil kelulusannya di rumah dan tak usah ke sekolah sehingga tak diteruskan turun ke jalan, toh cara ini tidak mempan membendung luapan kegembiraan atas kelulusan itu dengan tetap berkonvoi.

Pandemi Covid-19, meski memberi kedukaan dan penderitaan, mampu menyetop tradisi kelulusan itu. Sejauh yang kita baca di berbagai media massa cetak, para siswa SMA/SMK tak ada yang melakukan konvoi atas  kelulusannya. Aturan ketat dari pemerintah dan pihak sekolah yang melarang adanya kerumunan, memakai masker, menghindari kontak fisik disertai sanksi bagi yang melakukan pelanggaran benar-benar dipatuhi para pelajar.

Selain tak bisa merayakan kelulusan dengan berkonvoi dan corat-coret pakaian seragam, wisuda yang juga merupakan tradisi yang kerap menyertai perayaan kelulusan di kalangan para pelajar tak dapat terselenggara dalam masa pandemi covid-19 ini. Apa yang bisa dimaknai dari fenomena baru hilangnya  dua tradisi kelulusan para pelajar yang muncul akibat pandemi covid-19 ini ?

 

Sisi-sisi negatip

Ada atau tidak ada pandemi covid-19, tradisi merayakan kelulusan dengan konvoi turun ke jalan dan corat-coret pakaian seragam, sudah cukup lama ditentang banyak pihak. Tradisi ini lebih banyak negatipnya dibanding positipnya. Dalam catatan kita, dari tahun ke tahun konvoi perayaan kelulusan ini kerap menimbulkan gesekan dan mengundang tawuran di kalangan pelajar itu sendiri. Ketika berkonvoi, di jalan tertentu mereka akan bertemu dengan pelajar sekolah lain yang melakukan hal yang sama. Tak jarang terjadi saling ejek yang berbuntut dengan perkelahian.

Pakaian seragam yang dicorat-coret, juga tidak memiliki sedikitpun manfaat karena menjadi kotor dan tidak bisa dipakai lagi. Bila tidak dicorat-coret, bukankah pakaian itu tetap  dalam kondisi pantas pakai dan bermanfaat bila disumbangkan kepada orang yang membutuhkan ? Sisi positip yang didapat dari tradisi ini hanya sebatas luapan kesenangan sesaat yang hanya dinikmati oleh pelakunya.

Tradisi wisuda di sekolah yang juga menandai perayaan kelulusan dari tahun ke tahun, meski sah-sah saja untuk dilakukan, namun jika dikaji lebih dalam, sifatnya sangat seremonial. Umumnya juga menuntut biaya tinggi, terlebih bila sekolah yang bersangkutan harus menyewa gedung pertemuan atau bahkan hotel, untuk menyelenggarakannya. Ini masih ditambah dengan anggaran besar untuk konsumsi yang jumlahnya bisa puluhan juta rupiah yang mesti disediakan pihak sekolah bagi tamu undangan, orang tua dan civitas akademika dari sekolah yang bersangkutan. Bagi para wisudawan-wisudawati, mereka juga harus mengeluarkan biaya  beli atau sewa pakaian nasional yang umumnya wajib dikenakan bagi para lulusan, yang tentu akan membebani orang tua.

Akan lebih bermakna jika tradisi wisuda diganti dengan acara sederhana berupa penyerahan kembali pihak sekolah kepada orangtua murid sekaligus penghargaan bagi lulusan terbaik. Acara semacam ini tentu lebih berkesan dan memberi kemanfaatan tinggi.

Merayakan kelulusan di kalangan pelajar pada masa pandemi covid-19 ini akan lebih bermakna jika suka cita itu diarahkan pada ajakan untuk berempati, menumbuhkan sikap sosial atau gerakan bersama menangkal merebaknya covid-19 dengan melakukan penggalangan dana untuk pembelian APD (Alat Pelindung Diri) yang masih dibutuhkan para dokter dan tenaga medis atau memberikan bantuan pangan bagi warga masyarakat yang berkekurangan akibat musibah pandemi virus corona ini.

Di balik penderitaan yang kita alami bersama atas musibah pandemi virus corona baru ini, ternyata kita beroleh pelajaran berharga yakni kita diajak untuk berpikir dan bertindak yang lebih esensial dan mengesampingkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya seremonial, pemborosan uang dan berhura-hura.

*) Adjie R.P., Guru SMA BOPKRI 1 Yogya

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah