SEKILAS INFO
: - Wednesday, 21-04-2021
  • 7 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA

Oleh: Radick Hans (XII MIPA2)

 

Kalimat di atas bukanlah merupakan sebuah semboyan dari majalah atau media cetak. Namun kata-kata tersebut merupakan gambaran keakraban anak muda bermedia sosial, yang bisa menguatkan adanya keberagaman berbangsa dan bernegara. Fenomena anak muda yang menghargai keberagaman saat ini sangat jarang ditemukan sehingga harus ditumbuhkembangkan di dalam diri anak muda zaman sekarang atau yang disebut kaum milenial. Anak muda tidak harus terkungkung dalam dunia sekitarnya saja, tetapi anak muda perlu mencari apa sebenarnya kegunaan media sosial, sehingga penggunaannya bisa menumbuhkan keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

Fenomena kaum milenial yang menghargai keberagaman budaya di Indonesia diwujudkan dalam gerakan ‘Cerita Indonesia Kita’ yang dilakukan komunitas Sabang-Marauke. Tujuan komunitas ini agar kaum milenial di Indonesia dapat saling menghargai keberagaman dan toleransi. Di sisi lain, komunitas Sabang-Merauke juga melaksanakan pertukaran pelajar Se-Indonesia untuk mewujudkan tujuan yang sama dengan gerakan ‘Cerita Indonesia kita’. Selain menngajak menghargai keberagaman, gerakan ‘Cerita Indonesia Kita’ juga ingin mewujudkan bagaimana cara menciptakan kedamaian dengan diri kita sebagai kaum milenial.

Kaum milenial hendaknya bisa pula menumbuhkembangkan rasa keberagaman dan toleransi, salah satunya melalui penggunaan media sosial. Penggunaan media sosial bisa meningkatkan rasa toleransi yaitu dengan mengikuti tautan-tautan yang ada di dalam media sosial tersebut.

Tautan yang bisa diikuti untuk menumbuhkan rasa toleransi yaitu tautan yang berisi tentang keanekaragaman yang ada di Indonesia contohnya, tarian Khas Papua, Rumah adat Minangkabau, dan sebagainya. Hal ini memungkinkan karena besarnya pengguna jasa media sosial yang ada di dunia maya. Dilansir dari The Next Web jumlah pengguna media sosial Instagram di Indonesia mencapai 56 juta, sedangkan pengguna facebook di Indonesia mencapai 140 juta orang.

Banyaknya pengguna media sosial di Indonesia seharusnya bisa menjadi peluang menunjukkan keberagaman Indonesia. Di sisi lain media sosial selain memberikan nfaat positif juga ada dampak negatifnya.

Dampak positif media sosial, sebagai media online penggunanya bebas mengutarakan dan menerima kabar yang berisi keluhan maupun saran kepada atau dari seseorang kepada pengguna media sosial lainya. Selain mengutarakan dan menerima kritikan dan saran media sosial juga bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah, contohnya dengan cara membuat sebuah web yang isinya tentang hal yang diperlukan kaum milenial zaman sekarang. Penentuan isi web tersebut harus melalui tahap penelitian.

Penelitian yang dimaksud ini bertujuan mengetahui keinginan-keinginan kaum milenial yang akan dipublikasikan, misalnya kaum milenial ingin bahwa karya-karyanya dimuat dalam suatu wadah bisa dibaca banyak orang. Hal ini terbukti, sebuah web bisa menampilkan berbagai aspirasi kaum milenial tentang keanekaragaman budaya yang bertujuan untuk memajukan kebudayaan. Tujuan web tersebut dapat terwujud apabila kaum milenial zaman sekarang bisa berpartisipasi dalam membangkitkan toleransi dan keberagaman budaya di Indonesia.

Selain sisi positifnya, media sosial juga mendatangkan sisi negatif  berupa penyalahgunakan media sosial untuk hal-hal negatif sehingga kaum milenial  kurang memperhatikan apa saja risiko yang akan terjadi jika mereka menggunakan media sosial yang kurang memperhatikan fungsi dan tujuan adanya  media sosial. Banyak risiko yang bisa terjadi di antaranya lingkungan pertemanan yang bisa menciptakan tekanan batin antar teman; pornografi; bahkan sampai bunuh diri.

Untuk itu dibutuhkan pengawasan dari orang tua guna meningkatkan keamanan sekaligus sebagai pengaman kaum milenial agar tidak terjerumus dalam “pertemanan negatif” di kancah dunia maya sebagai pengguna media sosial.  Selain pengawasan orang tua, kaum milenial juga dapat membentengi diri sendiri dengan melakukan hal-hal yang positif.

Mengikuti kegiatan kemasyarakatan bisa dilakukan kaum milenial untuk membentengi diri dari hal-hal negatif. Tidak dapat dipungkiri kegiatan kemasyarakatan dapat meningkatkan keberagaman budaya di lingkungannya karena kita akan bersosialisasi dengan banyak orang..

Hal ini dapat diwujudkan dengan adanya penyelenggaraan pentas seni yang hasilnya dapat diupload di jejaring media sosial. Karena selain memperkenalkan budaya sendiri ke kaum milenial hal ini juga menjadikan budaya yang ada di sekitar bisa dikenal di kancah pergaulan yang lebih luas. Pengaruh ini dapat dirasakan pada masa mendatang, yaitu dengan semakin dikenalnya kebudayaan daerah sekitar ke masyarakat luas.

Perkenalan kebudayaan ke masyarakat luas juga mendatangkan keuntungan dalam bidang perekonomian. Sektor ini yang paling banyak dapat dieksploitasi sehingga perekonomian di Indonesia dapat terbantu. Jadi, tidak hanya pemerintah yang bekerja tetapi kaum milenial juga bisa bekerja untuk memajukan perekonomian di Indonesia.

Masalah ekonomi di Indonesia tidak semata tentang melonjaknya harga bahan pangan, tetapi bagaimana cara menjaga agar inflasi tidak terjadi. Pada masalah ini kaum milenial juga dapat berpastisipasi yaitu dengan cara melakukan investasi, karena dengan melakukan investasi kaum milenial juga terlatih bahwa usia muda bukan halangan untuk memulai pengelolaan keuangan dan cara mendapatkan penghasilan yang digunakan untuk masa mendatang. Selain itu kaum muda juga bisa berinvestasi melalui media sosial, misalnya menjadi selebgram, dari sinilah masa muda dapat membantu perekonomian dan sekaligus menjadikan Indonesia kaya (meningkat pendapatannya) di mata pengguna media sosial.

Jika penggunaan media sosial ini dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya perekonomian, sektor pariwisata pun akan terbantu. Banyak sektor yang bisa dibantu kaum milenial lewat media sosial  yaitu pendidikan; promosi, dan sebagainya. Kedua sektor tersebut tidak bisa berkembang tanpa adanya peranan kaum milenial.

Dalam sektor pendidikan banyak hal yang bisa dilakukan oleh kaum milenial yaitu melakukan projek dengan semboyan ‘Aku ke luar daerah untuk memajukan daerah Indonesia lainnya’. Sebagai contoh, ada satu dari sekian banyak universitas yang melakukan KKN di luar daerah universitas tersebut, jadi bisa saja ada salah satu mahasiswanya yang berasal dari Papua, dan ditugaskan KKN ke Aceh dan sebaliknya. Hal tersebut bisa dilakukan akibat adanya penggunaan media sosial, misalnya penggunaan aplikasi pengirim e-mail, dan pengirim data lainnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan media sosial sangat berpengaruh bagi kehidupan kaum milenial. Apalagi di zaman sekarang, perkembangan teknologi sudah sangat cepat. Semua aktivitas manusia tidak bisa terlepas dari penggunaan media sosial. Media sosial adalah sebuah bonus untuk masa depan dan untuk memudahkan kehidupan manusia. Jadi siapa yang akan memulai? Jika tidak kaum milenial sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah