SEKILAS INFO
: - Wednesday, 21-04-2021
  • 7 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA

Oleh : Drs. Andar Rujito,  M.H.

Kata  nyuwungke pikir saya gunakan untuk menyebut suasana hati atau pikiran manusia yang benar-benar dalam keadaan sepi,  kosong, atau hampa. Situasi nyuwungke pikir merupakan buah dari olah batin secara terus-menerus. Situasi atau kondisi seperti ini dapat diupayakan oleh seseorang yang memang benar-benar berniat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara mengosongkan hati atau pikirannya dari hiruk pikuk duniawi. Suatu keadaan “mematikan” ragawi kita,  yang tinggal hanya roh dan jiwa. Paulus menyatakan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur : roh, jiwa, dan tubuh (1 Tes. 5:23).

Orang yang bisa  nyuwungke pikir sampai pada tataran puncaknya, yaitu benar-benar suwung, berarti telah mampu melepaskan semua pikiran duniawinya, melepaskan semua atribut kemanusiaannya, bisa merendahkan hati dan dirinya serendah-rendahnya di hadapan Penciptanya. Tidak lagi merasakan siapa dirinya. Tidak lagi merasakan kedagingannya sebagai manusia  Tidak lagi merasa sebagai orangtua, suami atau isteri, atau sebagai anak. Tidak lagi mengingat hartanya, jabatannya, kehormatannya, dan yang lainnya. Semua atribut dan ikatan duniawi dilepaskannya.  Yang ada hanya keheningan nuraninya, kepasrahan totalitas kepada sang khalik Tuhan yang memiliki roh itu sendiri.

Karena yang ada hanya keheningan hati, maka orang yang bisa nyuwungke pikir tidak bisa terganggu dan tidak bisa lagi mendengar suara-suara keduniawian. Sekalipun didekatnya ada orang lain, benda lain, atau apapun juga, maka orang tersebut tidak lagi terpengaruh, tidak lagi merasakan. Bahkan napasnya pun seakan tidak lagi bisa dirasakan. Karena yang tinggal hanya roh maka memungkinkan ketemunya juga dengan roh lain. Karena itu ada orang yang kemudian mampu mendengar suara-suara roh, suara batin, suara keindahan, suara kebaikan, bahkan suara Tuhan, karena Tuhan adalah Roh. (Kisah Rasul 2 : 1-4).

Ketika orang bisa dan selesai “nyuwungke pikir”, jiwanya akan menjadi lebih tenang, bersih, nyaman dan damai. Dari situ  kemudian memunculkan semangat baru dalam nuansa kebaikan dan keutamaan sebagai manusia. Mampu berpikir jernih, bijaksana, bahkan ada yang bisa melihat tanda-tanda zaman atau mampu menerjemahkan simbol-simbol kehidupan secara batiniah.

Tentu tidak mudah bagi orang yang hendak melakukan upaya nyuwungke pikir. Kalaupun toh banyak orang yang mengaku atau merasa sering melakukan, biasanya hanya pada tataran yang sederhana. Masih sebatas mampu menghilangkan isi pikiran yang hanya bersifat sementara, dan belum mampu mengosongkan hatinya secara total atau penuh. Jiwa dan rohnya masih terikat oleh atribut atau status dirinya sebagai manusia, belum sepenuhnya sampai bisa mengosongkan hati sebagaimana saya maksud, yaitu hati nuraninya yang benar-benar suwung.

Ketika sekarang ini kita sering dibingungkan terhadap masalah-masalah kehidupan,  menurunnya moralitas dan tata nilai keutamaan manusia, mulai lunturnya penghargaan terhadap nilai-nilai kebaikan dan kemartabatan manusia, dan bahkan mulai menjauhnya manusia dari nilai-nilai kasih yang mengikat hubungan kita dengan sang Pencipta, maka sebenarnya laku  nyuwungke pikir baik untuk dilakukan.

Nyuwungke pikir baik juga untuk dilakukan oleh orang yang hidupnya merasa berat akibat banyaknya masalah, selalu merasa gagal dalam hidup, frustasi, tidak berdaya, patah semangat, bahkan tidak percaya lagi akan kuasa Tuhan. Dengan nyuwungke pikir diharapkan bisa kembali menemukan sejatinya hidup,  memiliki semangat baru dan menemukan kedamaian sebagaimana sifat Roh yang suci, kasih dan damai.

Karena nyuwungke pikir merupakan laku yang baik dan bisa memberikan solusi terhadap berbagai hal dalam kehidupan ini, ada baiknya kita mulai belajar dan suka untuk melakukannya. Tentu tidak mudah untuk bisa sampai puncaknya yang benar-benar suwung, tetapi seberapa yang bisa kita lakukan pasti ada manfaatnya.

Mari kita sering mengupayakan agar pikiran kita, hati kita benar-benar suwung. Bukankah Yesus sudah mengajari kita tentang nyuwungke pikir ? Tuhan memberkati !

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah