SEKILAS INFO
: - Wednesday, 21-04-2021
  • 7 bulan yang lalu / Selamat Datang di website informasi sekolah SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA

Wawancara bersama Danang Rubyatmoko

 

 

 Banyak alumni SMA BOPKRI 1 Yogya yang terpandang di masyarakat. Salah satunya adalah  Pak Danang Rubyatmoko, kelahiran Yogya 5 Februari 1969. Beralamat di Janturan Selatan UH 4/1126, Warungboto, Yogyakarta, Pak Danang yang beristrikan Bu Ike Oktaviani dan telah berputra satu (Raka Atthallah Ramadhani) ini dengan senang hati menerima kedatangan Tim MABOSA yang terdiri dari Yosep Adi, Yosep Willem Krisna, Yohanes Salvatoris (XI MIPA 2) untuk berwawancara dengannya sepulang sekolah. Berikut ini hasil perbincangannya.

 

Bagaimana perasaan Pak Danang ketika terpilih sebagai Ketua DPRD Kota Yogya ?

Pada awalnya saya masuk anggota DPRD tahun 2014 dalam Partai PDI P. Saya sudah mempersiapkannya sejak 2001. Lalu, pada tahun 2019, saya terpilih lagi dan diberi amanah oleh PDI P untuk menjadi Ketua DPRD kota Yogyakarta. Tentu saja semua itu adalah bagian dari proses.  Saya menjadi Ketua DPRD melalui proses yang panjang tidak seperti yang diberitakan bahwa saya langsung menjadi ketua begitu terpilih  sebagai anggota DPRD. Ketika menjabat sebagai Ketua DPRD, saya  menyadari tugas sebagai anggota DPRD bukan hanya melulu jabatan tetapi harus berbuah, karenanya DPRD harus  memfungsikan pemerintahan daerah.  Intinya, saya harus mampu mengemban amanah yang diberikan partai.

 

Sebagai alumni SMA BOSA, apa nilai-nilai berharga dari BOSA yang memberi andil bagi kesuksesan Bapak?

Saya memiliki mentor-mentor atau guru-guru yang hebat, salah satunya adalah Pak Budi Satrio, Guru PKN, yang merupakan pendukung Presiden Soekarno. Pak Budi Satrio adalah guru yang cerdas dan selalu mengajar di kelas pada jam pelajaran ke-0 atau jam 6.15, yang membuat seluruh siswa tidak ada yang terlambat masuk sekolah. Pak Budi Satrio juga menanamkan rasa kedisiplinan yang tinggi kepada murid-muridnya. Contohnya, beliau menyuruh murid-muridnya menghafal Pembukaan UUD 1945 dan seluruh pasal-pasal yang ada di UUD 1945. Ketika ulangan, Pak Budi Satrio tidak pernah memberi nilai 6 atau 7, bahkan nilai minus saja beliau berikan kepada muridnya  bila tidak bisa mengerjakan ulangan dengan baik. Disitulah saya sadar bahwa Pak Budi menginginkan para muridnya untuk tahu tentang materi yang akan diujikan pada hari itu. Beliau mengatakan, SMA BOSA itu tempat membentuk nilai-nilai karakter diri dan bagaimana murid-murid mengimplementasikannya dalam hidup sehari-hari.

 

Mengapa Bapak dulu memilih sekolah di BOSA ?

Karena SMA BOPKRI 1 mengamalkan nilai-nilai tentang karakter, tinggal bagaimana kita mengimplementasikan jadi penghafal pengerti dan pengamal penghapal. Juga karena pembentukan karakter di BOSA cukup bagus. Memang BOSA itu mendidik karakter sesuai dengan apa yang dimiliki oleh anak itu, jadi kalau anaknya bandel ya tetap bandel. Selain itu di Bosa masih memiliki rasa toleransi yang masih kuat, walaupun Bosa adalah Sekolah Kristen.

 

Siapa guru favorit Bapak ketika sekolah di BOSA ?

Guru favorit saya di BOSA banyak, salah satunya adalah Pak Budi Satrio karena beliau bukan hanya sekedar mengajar dan memberikan materi, tetapi beliau juga mengajarkan tentang pendidikan karakter yang membuat mental murid-muridnya kuat. Selain itu, Kepala Sekolah SMA BOSA ketika itu, Pak Purwanto, juga menjadi guru favorit saya. Beliau telah memajukan sistem manajemen di BOSA untuk pertama kali.

 

Apakah ada tempat nongkrong favorit saat di BOSA ?

Saat bersekolah di SMA BOSA, saya sering banget nongkrong, antara lain nongkrong untuk mbolos di belakang kelas yang tingkat atau untuk Kelas XI saat ini. Tempat nongkrongnya itu kecil di situ kalau bolos pelajaran, apalagi kalau dihukum, saya senang nongkrong di situ bersama teman-teman. Selain itu saya juga suka nongkrong di kantin simak, terus motornya juga diparkirkan di Kantin Simak, agar jika ingin membolos perginya gampang.

 

Pengalaman paling berkesan di BOSA ?

Rasanya saat ini saya ingin mengulangi masa SMA, karena itu di kelas saya dulu tidak ada yang membolos satu hari pun. Jika membolos satu hari saja akan ketinggalan cerita-cerita di sekolah dan keseruan bersama teman-teman. Selain itu, saya pernah dihukum selama dua bulan tidak mendapatkan mata pelajaran, gara-gara bermain dadu ketika guru mengajar. Banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan di BOSA.

 

Pandangan Bapak tentang SMA BOSA sekarang ?

Kreativitas murid-murid di SMA BOSA mulai meningkat sekarang. Ditambah lagi dengan fasilitas yang memadai, seperti ada satu set gamelan, lapangan basket yang baru dan bagus, perpus yang  baru dan bersih. Saya tidak setuju jika SMA BOSA disebut angker, itu harus dihilangkan jangan dikultuskan. Dulu lapangan basket BOSA itu masih belum seperti sekarang. Menurut saya itulah yang membuat basket SMA BOSA dikenal bagus dan menakutkan lawan-lawannya.

 

Harapan untuk para siswa BOSA sekarang ?

Tingkatkan gaya kreativitas dan berekspresi, bukan hanya ekspresi positif saja tetapi jadikan ekspresi negatif sebagai kekuatan untuk berekspresi yang lebih positif. Tidak usah takut dengan urusan akademik, karena 10-20 tahun ke depan belum tentu orang yang pintar di bidang akademis dapat sukses karena kesuksesan ada di tangan adik-adik sekalian, sehingga kita yang menentukan masa depan kita.

 

Harapan bagi SMA BOSA ?

Semoga menjadi sekolah yang lebih berkualitas, dan dipandang baik oleh masyarakat. Dapat menciptakan orang-orang yang berguna bagi nusa,bangsa, dan agama.

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda

Maps Sekolah