image

Amanat Kepala Sekolah: Galakkan Cuci Tangan Serta Jaga Kesehatan

Berbagai langkah untuk antisipasi penyebaran virus corona terus dilakukan tak terkecuali di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta. Pihak SMA juga dengan sigap mengambil langkah terkait kasus corona. Mereka bahkan merespon surat edaran yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan tentang antisipasi virus corona. 
“Sekolah dalam hal ini termasuk dinas pendidikan, kementerian pendidikan sudah membuat protokol tentang menyikapi corona. Saya pikir protokol ini harus kita jadikan sebagai acuan yang penting tidak takut, tidak menjadi paranoid,” ungkap Andar Rujito selaku Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta saat ditemui di kantornya, Jumat (13/3/2020).
Kasus corona saat ini memang menjadi sebuah isu yang rama diperbincangkan oleh khalayak. Di Yogyakarta sendiri, sejumlah kampus bahkan mengganti perkuliahan dan tatap muka menjadi via daring atau online. Ia memaklumi bahwa masyarakat kini memang menjadi lebih ekstra waspada. 
“Sekarang ini yang paling gayeng (ramai) corona walaupun ada pihak yang mengatakan bahwa corona tidak perlu ditakutkan, tingkat kematian lebih kecil dari DB (demam berdarah) dan SARS. Saya bisa memaklumi karena petugas ada kalanya menentramkan dan tidak membuat panik. Tapi kalau kita bicara bahaya, semuanya bahaya. Apalagi kalau itu bisa menyebabkan kematian, apapun. Corona itu bahaya,” ujarnya. 
Ia mengungkapkan meski ada isu tersebut, kegiatan sekolah tetap berjalan seperti biasa. Bahkan sekolah juga tetap mengadakan kegiatan study tour di Bali yang diselenggarakan selama 4 hari pada minggu lalu. Tak hanya itu kegiatan studi lapangan yang belum lama ini digelar juga tetap dijalankan. Namun terkait pengadaan kegiatan berkemah, pihak sekolah memilih untuk menundanya. 
“Sekolah membuat kebijakan pertama pada waktu study tour kemarin kita sudah sampaikan dan umumkan kepada peserta didik apalagi study tour ke Bali untuk tidak berkomunikasi berlebihan kepada orang asing kalau tidak sangat perlu. Bukan berarti anti sosial. Ini untuk melakukan tindakan preventifnya. Kemudian saya juga menyampaikan apabila ada siswa yang merasa flu, batuk, radang tenggorokan harus dengan cepat melapor kepada guru untuk ditindak lanjuti. Kita juga sampaikan juga kepada siswa yang studi lapangan di Sangiran kemarin,” kata Andar.
“Untuk kemah kita tunda. Kemahnya aslinya di Sleman tapi karena dalam protokoler itu ada kata yang menyatakan untuk pengumpulan massa dihindarkan dulu, ya saya ikut lah antisipasi. Kalau memungkinkan ditunda kenapa tidak. Sementara sekolah membuat kebijakan perkemahan ditunda,” sambungnya. 
Sementara itu terkait tindakan preventif selama di sekolah, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta sebagai sekolah unggulan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Hal itu selaras dengan yang diungkapkan oleh Andar bahwa kebersihan menjadi sesuatu yang wajib dijaga. Para siswa SMA BOPKRI 1 Yogyakarta diimbau untuk tidak cipika-cipiki dulu hingga selalu rajin untuk cuci tangan. 
Menurut Andar adanya isu ini sudah sepatutnya disikapi dengan bijaksana. Ia mengimbau bagi warga sekolah terkhusus SMA BOPKRI 1 Yogyakarta yang terpenting adalah menjaga pola hidup bersih dan sehat. 
“Kita tahu bersama bagaimana wabah virus corona juga masuk ke berbagai negara dan termasuk indonesia. Yang lebih penting pola hidup bagaimana kita mencuci tangan. Kita menjaga jarak kepada orang sakit. Kalaupun mau pakai masker itu tidak ada yang salah. Semuanya baik-baik saja tetapi mari kita sikapi jangan kemudian menjadi takut,” tegasnya.