image

Belajar Hidup Sederhana dari

SMA BOPKRI 1 kembali mengadakan live in bagi siswa kelas XI. Lokasinya kali ini di dusun Tegiri, Kulon Progo, berlangsung 10-12 Januari 2019. Dalam kegiatan ini kami akan tinggal di dusun bersama induk semang (sebutan orang tua kami selama ber-live in), merasakan hidup sederhana dan beraktivitas bersama mereka.


Hari 1

Kami datang ke sekolah dan berkumpul di lapangan indoor. Setelah beroleh  arahan dari pihak sekolah, kami menaiki bus sederhana tanpa AC. Setelah perjalanan kurang lebih satu setengah jam, kami tiba di lokasi live in, berkumpul di pendopo untuk mengikuti pembukaan dan pengarahan dari Bapak Dukuh dan Lurah setempat. Setelah itu kami dibagi dalam kelompok kemudian masing-masing kelompok menuju rumah yang sudah ditentukan untuk kami tempati selama live in. Ada aturan wajib, setiap HP dikumpulkan ke panitia kecuali ketua kelompok agar dapat berkoordinasi dengan panitia.

Perjalanan dari pondok ke rumah induk semang cukup jauh walaupun ada pula yang dekat, itu pun dengan jalan super menanjak bahkan ada beberapa kelompok yang harus berjalan kaki menuju puncak bukit karena rumah induk semangnya berada di sana. Dengan menjinjing tas berat dan berjalan kaki cukup jauh, badan kami langsung lelah. Keadaan rumah yang kami tinggali juga begitu sederhana.

 

Hari ke-2

Di hari ke-2 ini kami mulai berkegiatan yang sudah ditentukan panitia berupa kebersamaan dengan masyarakat setempat seperti posyandu, lansia (menimbang berat badan,memeriksa tensi, dan lain-lain), melakukan bazar murah berupa penjualan sembako dan baju bekas serta melakukan permainan bersama anak –anak dusun sekitar.

Permainan ini berjalan seru, penuh canda tawa, sungguh kebersamaan yang tak ternilai karena kami bisa membangun keakraban dengan anak-anak di sana. Tiap kelompok wajib mengirim 2 anggotanya  untuk berpartisipasi di setiap kegiatan dengan waktu yang sudah ditentukan. Tidak lupa kami juga membantu induk semang dalam berbagai situasi seperti memasak, mencuci piring, menyapu dan masih banyak lagi.

 

Hari ke-3

Di pagi hari kami memulai aktivitas kerja bakti di Bukit Cendana. Kami menyapu dedaunan kering, mencabuti rumput, mencangkul, dan lain-lain. Saat berjalan ke puncak, kami dapat melihat pemandangan indah yang luar biasa.

Setelah kerja bakti, kami balik kembali ke rumah sementara kami di sana untuk mengemasi barang karena ini hari terakhir di dusun itu. Kami berpamitan dengan induk semang dan mulai berjalan ke pendopo untuk mengikuti acara penutupan.

Apa komentar anak-anak BOSA setelah ber-live in ?

“Seru walaupun cukup melelahkan. Tapi banyak pengalaman baru yang kami dapat, “ kata Elisa (XI MIPA 4)

Apa pembelajaran berharga dari live in ini ?

“Hidup sederhana itu bisa membuat kita bahagia, bukan hanya material saja. Live in ini melatih kami untuk mandiri dalam segala hal,” tambah Elisa.