image

Evaluasi E-learning Minggu Kedua, Andar Rujito: Masih Efektif

Minggu ini sistem pembelajaran e-learning memasuki minggu ke tiga. Para siswa dan guru masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah akibat wabah virus corona. Sejauh ini selama 2 minggu berjaoan, Andar Rujito selaku Kepala SMA BOSA mengatakan bahwa oembelajaran dengan sistem ini masih berjalan dengan lancar. 

Semestinya minggu ini menjadi jadwal UNBK bagi siswa kelas 12 di SMA seluruh Indonesia. Namun, dengan adanya wabah vieus corona ini, pelaksanaannya pun batal. Sekolah akhirnya melakukan perubahan skenario dikana pembelejaran berfikus pada siswa kelas 11 dan 10. 

Minggu depannini masih pembelejaran efektif seperti biasa jadi bapak ibu guru melakukan pembelajaran e-learning. Jadi tetap mestinya UNBK tapi nggak jadi. Karena nggak jadi menjadi hari efektif bagi kelas 10 dan 11. Setiap hari hanya ada dua mata pelajaran sampai tanggal 8 (bulan April) karena ya satu minggu lah (masa kbm). Setelah itu kan kita memasuki libur paskah," ungkap Andar Rujito saat dikonfirmasi. 

Menurutnya saat ini pembelajaran e-learning masih cukuo efektif di jalankan selama beberapa waktu. Ia mengatakan bahwa idealnya hal ini tidak berlangsung lama, namun tentu saja dengan situasi seperti ini mengikuti instruksi  dengan tidak melaksanakan KBM secara tatap muka adalah pilihan terbaik. 

"Memang e-learning sifatnya dalam keadaan darurat dan tidak terlalu lama idealnya. Tapi karena situasi belum memungkinkan maka tetap berjalan. Selama. Ini di SMA BOSA berjalan dengan baik. Ini dari dinas Dikpora kemarin mengirimkan surat evaluasi. Nanti akan dievaluasi di SMA-SMA ini. Nah SMA BOSA sendiei selama ini kita melihat partisipasi peserta didik sangat baik," katanya. 

Bahkan ada pula dalam berbagai pwngalaman siswa yang ia dengan swjauh ini siswa menikmati sistem belajar seperti ini. Keleluasaan dalam hal belajar membuatnya cukup lega sebab anak-anak masih bisa menikmati pelajaran dengan baik. 

"Beberapa testimoni siswa mengatakan 'wah enjoy ya belajar bisa sambil duduk sambil makan di kamar' itu memang sesuatu yang yang baik. Tapi tidak bisa dipungkiri ada kerinduan ya karena tidak ada tatap muka, canda, tawa, gojek, usil dan sebagainya. Kalai ditanyakan e-leaning sejauh minggu ini, berjalan dengan baik efektif dan sangat antusias," tandasnya. 

Para guru dan wakil kepala sekolah saat ini terus memantau perkembangan siswa. Tak hanya perihal atendensi saja dan mengumpulkan tugas online, mwlainkan juga terkait dengan keberadaan siswa dan kesehatan siswa. Pihak sekolah bahkan terus bekerjasama dengan irang tua murud agar peserta didik selalu dipantau. 

Saat ditanya bagaimana rencana kedepan dan apakah pembelajaran akan efektif, ia belum bisa menjamin karena tentu ada perubahan pola dari siswa. 

"Saya tidak bisa menjamin bagaimana minggu ke empat atau ke lima karena biasanya orang yang baru e-leaning di rumah enjoy-enjoy saja. Saya yakin beberapa minggu ohh nggak ketemu temen, tentu mereka akan rindu masuk sekolah," sambungnya. 

"Yang terpenting selama belajar di rumah Kita juga membuat panduan pencegahan virus corona saat e-learning. Yang lebih penting bahwa pendidikan seutuhnya mendewasakan manusia menjadi pribadi yang utama dan tidak semata pada e-leaning. Tapi bagaimana anak di momen ini memperkokoh kasih sayang kepada orang tua sekaligus mengembangkan minat dan bakatnya. Contoh siapa tahu di rumah banyak waktu menulis malah bagus, atau menyulam, atau menggambar," pungkasnya.