image

Kepala Sekolah Menyapa: Kerinduan dalam Keprihatinan

Selama beberapa waktu ini dunia sedang menghadapi situasi memprihatinkan dimana penyakit Covid-19 menjangkiti ribuan manusia di berbagai belahan dunia, salah satunya Indonesia. Berbagai aktivitas dihentikan, warga pun sudah beberapa minggu menjalankan social distancing alias jaga jarak dengan manusia lainnya untuk menekan penyebaran virus corona. Ternyata selama itu juga, terbesit banyak sekali perasaan rindu masyarakat bahkan bagi warga SMA BOSA untuk kembali bertemu. 

Saat ini pertemuan tak bisa dilakukan. Hanya kerinduan saja yang terbesit di hati maupun pikiran banyak orang hingga ungkapan doa agar semua ini segera berakhir. Andar Rujito sebagai Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta melalui sapaannya di Senin (30/3/2020) pagi, menyampaikan mengenai kerinduan akan perjumpaan bersama seluruh keluarga SMA BOSA. 

"Saya menyampaikan tulisan (tentang kerinduan pada selolah) tentu karena kita merupakan sebuah keluarga. Sudah berinteraksi bertahun-tahun dalam berbagai canda, tawa, pekerjaan, baik yang menyenangkan maupun hal yang mungkin menyusahkan. Tentu ada kerinduan bertemu bapak ibu (guru). Yang biasanya dia dipanggil, yang biasanya dia menegur dan saat ini tidak ada. Pasti ada kerinduan," aku Andar. 

Olehkarenanya, ia pun membuat surat serta video sapaan untuk disampaikan kepada seluruh warga SMA BOSA sebagai wujud ungkapan rindunya. Menurutnya di masa sulit seperti ini sudah selayaknya agar komunikasi bisa tetap berjalan dengan baik meski hanya melalui virtual. 

"Tidak bisa dipungkiri saya dengan beberapa hari tidak bertemu tatap muka dengan murid, ibu bapak guru, karyawan, tentu ada kerinduan. Saya menyampaikan itu, saya berharap dalam situasi seperti ini kerinduan itu kita jadikan momen untuk saling menjaga hubungan di dalam hati masing-masing. Bukankah kita ini keluarga besar di SMA BOSA. Bukankah kita bersama merasakan pahit, getir bersama. Ada canda, tawa,  eyelan, padu, tapi bersama itu membuat rindu. Saya jujur merasa kangen dengan teman (kerja di sekolah) dan anak yang biasa  selalu kita tegur sapa," kenangnya. 

Momen seperti inilsh yang kemudian bagi Andar menjadi saat bagaimana seluruh warga bisa saling mendoakan, menguatkan dan menyemangati dari jauh. Kembali lagi, semua ini demi kebaikan bersama dan juga kesehatan bersama. Menurutnya juga ada banyak cara untuk tetap berkomunikasi dan terhubung dengan mereka yang berjauhan. 

"Tentu untuk komunikasi dengan anak didik tidak langsung. Biasanya anak lebih banyak komunikasi ke walikelas. Tetapi untuk bapak ibu guru, koordinasi guru karyawan tentu lancar. Karena itu melalui rekaman, saya ingin menyampaikan ungkapan itu. Kerinduan dalam keprihatinan," katanya. 

"Justru satu hari saya datang ke sekolah sendiri masuk kekantor saya. Sendiri di situ. Ngelongok kangen dengan ruangan dan suasana sekolah. Semoga ini cepat berlalu dan kita semua bisa bertemu lagi," pungkasnya.