image

Tampil di Ajang Kegiatan Basket Internasional, Dearen: Saya Bangga Wakili BOSA

SMA BOPKRI 1 Yogyakarta sangat mendukung bakat dan kegistan para siswanya terutama di bidang non akademik. Belum lama ini salah satu siswa kelas 12 mengikuti sebuah kegiatan basket yang dilaksanakan di Los Angeles, Amerika. 

Awalnya Dearren Alvado Glendyap mengaku tak percaya bisa mendapatkan kesempatan emas tersebut. "Ya perasaannya bangga mewakili BOSA (BOPKRI 1 Yogyakarta) dan Indonesia di ajang internasional kayak gitu. Nggak nyangka," ungkap Dearren. 

Dari Yogyakarta ada 3 siswa yang mewakili. 2 putri dan 1 putra. Dearren termasuk dalam salah satunya yang berkesempatan membawa nama BOSA ke kancah internasional. Setelah menjalani serangkaian latihan dan seleksi-seleksi di Surabaya, ia masuk ke dalam rombongan 12 putera yang berangkat mewakili Indonesia. 

Untuk masuk ke sana tak muda. Seleksi tak hanya sekali dua kali. Namun Dearren tak patah semangat. Sebelumnya ia menjalani penyisihan tim di Jogja. Para pemain DBL dipilih first teamnya dan diberangkatkan ke Surabaya. Selama 5 hari ia menjalani babak seleksi bersama dengan atlet basket dari Indonesia lainnya.  Tak tanggung-tanggung, karena ini merupakan event bergengsi, yang menyeleksi adalah juri dsri Australia langsung. 

Sempat ia mengaku merasa kelelahan menjalani berbagai seleksi itu. "Iya lumayan capek ikut seleksi," ungkapnya. 

Namun Dearren mengatasinya dengan menjaga kesehatan, istirahat cukup, dan makan teratur. Usahanya berbuah hasil. Ia terpilih ikut diantara 12 putera yang mewakili Indonesia. 

"Awalnya ada DBL CAMP dipilih 12 putra 12 putri saya mewakili SMA BOSA ke Amerika. Di sana latihan dan ada tournament," sambungnya. 

8 hari berada di Los Angeles menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi siswa yang pernah mendukung SMA BOSA di ajang basket bergengsi DBL dan membawa pulang piala. Ia mengaku selama di sana ada banyak hal yang berkesan. 

"Di sana bisa nonton NBA kayak mimpi semua pemain basket, mengikuti tournament bersama orang dari beberapa negara, dan dipatih sama couch NBA, rasanya kayak mimpi," ungkapnya. 

Karena serangkaian latihan ia bahkan sempat skip pelajaran beberapa kali. Sejak November hingga Maret, jika Dearren menjulahkan, kurang lebih sebuoan ia tidak hadir di kelas. 

"Iya skip kelas. Seleksinya November akhir 5 hari. Latihan juga kumpulan di Surabaya bulan Januari 5 hari. Sebelum berangkat persiapan di Surabaya 4 hari. Skip hampir sebulan," pungkasnya. 

Saat ini Dearren tengah mengejar berbagai pelajaran. Ia pun membagikan tipsnya saat mengejar ketinggalan pelajaran dan membuat nilainya stabil. 

Tips Belajar Ala Dearren, Atlet Basket SMA BOSA. "Selama di kelas harus fokus, mengulang kembali pelajaran ketika sampai di rumah, boleh diselingi kegiatan refreshing, manfaatkan kelas-kelas online di YouTube untuk memperluas wawasan," pungkasnya.