image

Tidak Ada Juara tanpa Rasa Sakit

Yang Berprestasi

         Rionaldus Ario, begitu nama cowok XII MIPA kelahiran Palakota 28 Agustus 2002 ini. Dia anak ke 3 dari 4 bersaudara keluarga Bapak Lusianus Apat dan Ibu Fransiska Tawi. Hobi bermain hockey yang ditekuni sejak klas X membuahkan prestasi. Barusan Ario meraih dua gelar Juara 2 Porprov XII Kalimantan Barat 2018 pada cabang Field Hockey dan Indoor Hockey.

         “Persiapan ikut kejuaraan Porprov XII Kalimantan Barat 2018 ini beda dengan kejuaraan lain. Di kejuaraan ini saya yang masih muda dituntut mampu bersaing dengan para atlet yang beberapa di antaranya pemain timnas hockey Indonesia. Sekitar dua setengah bulan persiapan saya bersama coach dibantu beberapa teman satu tim. Saya juga menambah jam latihan di luar sekolah,” kisah Ario yang bercita-cita menjadi dokter ini.

          Kiat Ario meraih juara adalah disiplin dalam sikap (pemain hebat yang dilihat pertama kali adalah perilakunya, baik atau buruk, sedangkan kemampuan setengahnya), memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, saat latihan harus memiliki target : jangka pendek, menengah, dan panjang. Kiat lainnya, serius dan fokus, selalu meminta saran kepada coach bila ada yang kurang. Jangan pernah bosan berlatih sebab tidak ada juara tanpa rasa sakit. Yang terakhir, harus dibarengi doa karena Tuhan sudah mengatur apa yang terbaik untuk kita, mintalah doa dan dukungan orang tua.

          Dalam menekuni hockey, Ario memiliki kendala,  belum adanya perlengkapan berlatih yaitu stick dan yang paling sangat penting adalah goalie set (pakaian pelindung untuk kiper) sebab jika tidak ada goalie set, tidak mungkin seorang kiper berlatih.

         “Yang paling saya suka dari hockey, beberapa universitas negeri terkenal di Indonesia membuka peluang masuk ke universitas tersebut melalui jalur prestasi tanpa tes seperti  UGM, UNY, UPI, UNJ, UNPAD,dan lain-lain, ” ungkapnya.

          Dukanya ikut hockey, menurut Ario, peralatan olahraga yang lumayan mahal. Iamengharapkan ada fasilitas yang membantu agar ia bersama teman-temannya semakin meningkat kualitas bermain dan mampu mencetak prestasi sehingga mengharumkan nama sekolah lebih luas lagi.

          Pengalaman berharga yang dirasakannya, olahraga ini menyatukan anggota sebagai keluarga. “Saya bisa berteman baik dengan sekolahan lain, universitas bahkan mengenal teman-teman klub daerah. Walaupun olahraga ini belum terkenal seperti sepak bola atau bulu tangkis tetapi olahraga minoritas ini mengajarkan saya banyak pengalaman seperti berlawan tanding dengan atlet-atlet hockey timnas. Hockey juga memberi saya kesempatan saya mengharumkan nama sekolah dan daerah saya serta membuat bangga kedua orang tua saya,” jelasnya.

 

Rencana Ario ke depannya ?

“Dalam waktu dekat ini saya ingin bisa menjadi perwakilan dari SMA Bosa untuk DIY bertanding dalam Kejurnas Junior U-19, saya juga punya target sebelum lulus dari SMA BOSA, saya dan teman-teman membawa prestasi untuk sekolah,” tegasnya.

Ario mengajak siswa-siswi SMA BOPKRI 1 berperan aktif dalam ekskul sekolah, apapun ekskul itu dan lakukan dengan serius, sabar, dan konsisten karena itu adalah kunci dari keberhasilan. Tanamkan komitmen pada diri sendiri, sebab tidak ada kata gagal, yang ada hanya kita yang berhenti mencoba. Kalau bukan kita yang peduli terhadap sekolah, siapa lagi ?

Semoga prestasi Ario bisa memotivasi kita semua. Tetap semangat Ario ! Semoga harapanmu tercapai. Tuhan memberkati!